Translate

Monday, October 21, 2013

2 Program Unik Untuk Napi Di Berbagai Negara

Penjara merupakan tempat bagi mereka yang menjalani hukuman akibat melakukan berbagai pelanggaran atau kejahatan. Aktivitas para warga binaan atau narapidana di dalam penjara pun tentu saja berbeda dengan pada saat di lingkungan normal. Segala aktivitas atau tindak-tanduk para napi akan diawasi dengan ketat oleh sipir penjara. Bukan hanya itu, kehidupan atau kegiatan yang dilakukan para napi harus mengikuti aturan ketat yang berlaku di penjara tersebut.
Namun demikian, dengan kondisi tersebut bukan berarti para napi tidak dapat melakukan hal positif atau menyalurkan kreatifitas. Di berbagai lapas di indonesia misalnya, para napi mampu membuat sesuatu yang bernilai ekonomi seperti kerajinan tangan berupa hiasan dinding, hiasan meja, kaligrafi atau barang lainnya. Hasil karya tangan kreatif para napi tersebut kemudian dipasarkan untuk masyarakat umum. Salah satu tujuan dari kegiatan tersebut tentu saja untuk memberikan keterampilan bagi para napi agar pada saat bebas bisa melalukan sesuatu yang bermanfaat dan menghasilkan bagi dirinya. Utamanya, dengan keahlian tersebut para napi diharapkan tidak kembali melakukan kejahatan.
Banyak program kreatifitas yang disediakan lapas untuk para napi. Tidak hanya dalam bentuk mengasah tangan terampil untuk membuat kerajinan tangan, ada juga napi yang memilih jalur musikuntuk mengasah kemampuannya. Di lapas sukamiskin misalnya, ada sejumlah warga binaan yang membentuk sebuah grup band. Mereka yang kerap tampil di berbagai acara lapas berharap, kemampuannya bermusik bisa di bawa hingga pada saat bebas.
Berikut uniknya.com telah merangkumnnya kedalam lima Program unikuntuk napi di berbagai negara
1.Napi Di Brasil Diajarkan Cara Merajut
Wajah sangar, tato serta prilaku kasar selalu diidentikan dengan para warga binaan. Bahkan banyak yang mengira jika karakter keras dan sangar para napi akan sulit diubah. Namun demikian, hal itu tak berlaku bagi lapas ariosvaldo campos pires di brasil. Sebanyak 20 pria bertato dan berpenampilan sangar ternyata memiliki kegiatan unikuntuk mengisi keseharian mereka. Tangan tampil mereka mampu menciptakan sebuah produk rajutan yang cukup berkualitas.
Para narapidana tersebut membuat rajutan bukan untuk sekedar iseng atau tanpa tujuan yang jelas. Hasil karya atau rajutan mereka kemudian disalurkan untuk sebuah perusahaan desain fesyenlokal. Kegiatan yang dilakukan para napi tersebut merupakan bagian dari protek yang diluncurkan tahun 2009 lalu. Saat itu, perancang busanan raquell guimaraes membutuhkan tenaga untuk meningkakan produksi lini busana rajutannya. Kepada media online, guimaraes mengaku senang dengan gagasan pergi ke penjara dan bekerjasama dengan para narapidana.
Apa yang dilakukan para narapidana dalam membuat rajutan tentu saja dihargai oleh guimaraes. Para narapidana tersebut mendapatkan gaji sekitar 250 dolar Amerika Serikat atau sekitar 2,5 juta rupiah per bulan atau sekitar 75 persen upah minimum brasil. Salah seorang narapidana, celio tavares mengatakan, program tersebut telah memberinya keahlian dan kepercayaan diri. Bukan hanya itu, kegiatan membuat rajut juga membuka pintu untuk mendapat pekerjaan. Minimal, pada saat bebas para narapidana memiliki keahlian untuk menghidupi dirinya sendiri.
Napi Di Brasil Diajarkan Cara Merajut
2. Napi kelas kakap Inggris diajari menyulam
Tak hanya di brasil, kegiatan yang hampir sama juga diberlakukan berbagai penjara di Inggris. Departemen kehakiman Inggris telah membuat program unikyaitu memberikan pelatihan menyulam bagi sejumlah narapidana. Jangan salah mengira jika program ini hanya untuk wanita, karena para napi yang masuk kelas menyulam ini justru pria yang menjalani masa hukuman di atas 10 tahun atau napi kelas kakap. Salah satu alasan departemen kehakiman Inggris membuka kelas menyulam bagi narapidana, konon dengan menekuni hobi bisa melebutkan hati. Apalagi, hobi tersebut berkaitan dengan kerajinan tangan.
Tiap hari para napi terpilih masuk ke dalam kelas khusus untuk mempelajari aneka teknik menyulam. Dalam hal ini, departemen kehakiman Inggris bekerja sama dengan fine cell work, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang sosial. Meski sebelumnya diragukan bisa berhasil, namun program ini ternyata cukup diminati para warga binaan. Salah seorang narapidana, richard mengatakan, masuk kelas menyulam memberikannya sebuah tujuan dan kebanggaan.
Richard pada awalnya tak berminat ikut kelas menyulam yang dianggapnya kurang macho untuk seorang laki-laki. Namun setelah ditekuni, ia mengaku ketagihan. Menyulam menjadi aktivitas harian positif baru. Bahkan dengan menyulam, richard mengaku memiliki gairah baru dalam menjalani kehidupan di dalam penjara. Beberapa waktu lalu, hasil kerajinan para narapidana tersebut dipamerkan di victoria dan albert museum london. Tak hanya memamerkan hasilnya, pada kesempatan tersebut para napi yang sangar dan bertato juga memperlihatkan kebolehannya menyulam.
(uniknya.com)

No comments :

Post a Comment